Belajar Mengenal Aset Likuid, Pengertian Hingga Contohnya

Belajar Mengenal Aset Likuid, Pengertian Hingga Contohnya –¬† Aset Likuid dapat diartikan sebagai aset yang dapat diubah menjadi uang tunai tanpa mengurangi nilainya secara drastis. Contohnya seperti aset kertas, yang nilainya akan terus berkembang.

Aset ini memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek minimal 1 tahun. Selain itu juga aset likuid ini juga sering disebut-sebut dalam dunia investasi dan keuangan. Tak heran jika aset likuid ini disebut sebagai jenis investasi terbaik yang dapat dipilih.

Nah untuk lebih lengkapnya simak baik-baik artikel dibawah ini!

Pengertian Aset Likuid

Belajar Mengenal Aset LIkuid, Pengertian Hingga Contohnya

Aset likuid adalah kekayaan atau harta miliki perusahaan atau perorangan yang mudah untuk dicairkan menjadi uang tunai dalam waktu singkat. Salah satu contohnya adalah uang tunai, yang mudah untuk diakses dan tidak mengalami penurunan nilai. Jenis harta yang memiliki sifat sama dengan uang tunai maka dapat digolongkan sebagai aset likuid ini.

Pada umumnya, investasi keuangan dianggap aset cair karena dapat dengan mudah dijual, meskipun juga tergantung pada investasinya. Segala investasi yang berkaitan dengan properti (tanah, rumah, dan apartemen), tidak termasuk kedalam aset likuid. Hal ini dikarenakan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjual properti. Sehingga membuat Anda tidak dapat memperoleh nilai pasar yang setara pada saat menjualnya.

BACA JUGA : 5 inspirasi desain rumah di desa yang nampak lebih mewah 

Jenis-jenis aset likuid

Ada beberapa jenis aset likuid yang dapat digunakan untuk kebutuhan dalam jangka pendek. Dari sini dapat disimpulkan bahwa aset likuid ini adalah harta yang dapat dicairkan menjadi uang kontan dan dapat dijual dengan cepat.

Jenis-jenis aset likuid yaitu:

  1. Uang tunai.
  2. Tabungan.
  3. Reksa dana.
  4. Logam mulia/emas.
  5. Obligasi pemerintah.
  6. Inventaris.
  7. Piutang.
  8. Aset pasar uang.
  9. Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
  10. Exchange traded Funds (ETFs).
  11. Efek Ekuitas.
  12. Efek utang yang dapat dijual.

Pengertian Aset Non Likuid

Aset non likuid merupakan aset yang sulit untuk dicairkan dengan cepat. Seperti contonhnya, yaitu investasi properti.

Dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menerima uang dari penjualan tersebut. Apa lagi jika memiliki nilai jual yang tinggi, pastinya akan membutuhkan pembeli yang benar-benar mampu membelinya. Aset non likuid ini jika dicairkan menjadi uang tunai bisa saja mengalami penurunan nilai/harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan nilai aslinya. Itulah sebabnya kenapa investasi properti tergolong Aset non likuid.

Pentignya Aset Likuid

Kenapa aset likuid ini sangat penting? Karena aset likuid ini akan sangat membantu Anda ketika dalam keaadan darurat. Pada saat membutuhkan uang dengan cepat dan finansial dalam keadaan buruk. Tidak mungkin juga untuk menunggu tanah atau rumah hingga terjual karena hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama.

Tentunya, peran dari likuiditas aset ini sangat membantu meringankan beban Anda, pada saat terjadi kondisi keuangan yang butuh dengan cepat. Dengan begitu Anda akan merasa lebih tenang, karena memiliki aset likuid ini.

Jumlah aset likuid ini juga dapat mempengaruhi pengajuan kredit rumah atau properti lainnya. Pihak penyedia layanan akan memverifikasi aset likuid yang Anda miliki, untuk menentukan apakah Anda tetap mampu membayar cicilan meskipun kondisi finansial sedang memburuk. Dalam dunia investasi, aset likuid ini merupakan hal yang akan menjadi pertimbangan untuk Anda.

BACA JUGA : Terbaru Tahun 2023 Inilah Cara Mengajukan KPR ke Bank