Pemkot Malang Gelontorkan Anggaran 5M Untuk Revitalisasi Alun-Alun Tugu

Pemkot malang gelontorkan anggaran sebesar 5 Milliar lebih untuk revitalisasi Alun-Alun Tugu Kota Malang. Proses revitalisasi ini molor selama dua bulan dari jadwal yang sudah dibuat. Molornya proses revitalisasi ini karena terdapat pro dan kontra. Hingga pada akhirnya mendapat persetujuan dari DPRD Kota Malang dan proses revitalisasi dapat dilaksanakan. Pelaksanaan proses revitalisasi ini diakukan secara simbolik oleh Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji yang meletakkan batu pertama (16-6-2023).

Menurutnya, revitalisasi ini dilakukan untuk kepentingan bersama mulai dari upaya untuk mendongkrak perekonomian Kota Malang dan menambah kenyaman warga yang berkunjung.

Pada saat artikel ini dibuat, Alun-Alun Tugu Kota Malang telah tertutupi dengan pembatas warna putih yang rapi mengelilingi bundaran. Yang artinya sedang ada pembangunan di dalam tugu beserta tamannya. Fokus revitalisasi yang utama pada Alun-Alun Tugu adalah perbaikan pedestrian dan pembongkaran tembok yang mengelilingi area taman saat ini (Noer Rachman Wijaya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang).

Seperti yang diketahui, bahwa Alun-Alun Tugu Malang memiliki tembok berwarna hitam  yang mengelilingi bundaran. Diluar tembok, terdapat paving yang banyak digunakan oleh para pejalan kaki untuk mengelilingi Alun-Alun ataupun swa-foto.

Fokus perbaikan pedestrian akan dibuat mirip seperti koridor di Kayutangan Heritage. Yaitu kawasan ikonik terbaru di Kota Malang yang selalu ramai setiap malam. Untuk taman, akan ditambahkan beberapa fasilitas seperti tempat duduk serta penambahan jenis tanaman hias dan bunga yang beragam.

Perlu diketahui bahwa proyek revitalisasi ini menghabiskan anggaran sebesar 5,3 Milliar dengan target pengerjaan selama 120 hari atau empat bulan. Diharapkan proyek ini tidak molor dan dibangun sesuai dengan spesifikasi yang telah disampaikan vendor kepada pemerintah.

Sebelumnya, anggaran untuk revitalisasi ini sebesarnya jauh lebih besar yakni 6,9 Milliar. Namun anggaran tersebut dipotong oleh KPK (Komisis Pemberantasan Korupsi). Hal ini karena proyek ini molor dari jadwal selama dua bulan dan menjadi Program Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yaitu, program untuk mencegah terjadinya korupsi yang akan merugikan negara.

Setelah dilakukan review dan penyesuaian anggaran oleh KPK, nilai anggarannya turun dari 6,9 Milliar menjadi 6,6 Milliar kemudian turun lagi menjadi 5,3 Milliar.

Setelah selesai direvitalisasi, masalah yang akan dihadapi Pemkot Malang adalah kemacetan yang akan terjadi. Jangan sampai hal yang terjadi di Kayutangan Heritage seperti kemacetan dan penggunaan bahu jalan untuk parkir terjadi juga di kawasan Alun-Alun Tugu.

Dengan begitu, Kota Malang akan menjadi kawasan yang sangat strategis untuk wirausaha. Baik itu restoran, kafe, kontrakan, kos-kosan dan lain sebagainnya. Harga properti akan mengalami kenaikan harga.

Untuk itu, bagi Anda yang ingin membeli properti di Malang baik itu berupa tanah maupun rumah bisa menghubungi Call Center Abris Group. Untuk mendapatkan penawaran terbaik serta konsultasi secara GRATIS! Tanpa dipungut biaya.

BACA JUGA : Meski Sudah Memiliki SHM, Seorang Warga Kota Malang Tidak Menempati Rumah Yang ia Beli