Developer Tak Tepati Janji, Warga Perumahan Bangun Fasum Sendiri Habiskan Dana Miliaran

Developer tak tepati janji, warga perumahan harus bangun fasum sendiri yang menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah. Fasum (fasilitas umum) yang dibangun antara lain drainase, gorong-gorong hingga lampu penerangan jalan.

Ya, pengalaman buruk itu harus dialami oleh warga Perumahan Puri Cempaka Putih, Kota Malang, Jawa Timur. Menurut mereka, pihak developer / pengembang tidak menepati janjinya ketika memasarkan unit rumah yang ada. Dimana ketika memasarkan, pihak developer berjanji akan membangun beberapa fasum seperti masjid, lampu penerangan hingga lahan pemakaman.

Padahal mereka sudah tinggal disitu kurang lebih 28 tahun, namun hingga kini semua fasilitas umum yang ada adalah hasil iuran warga. Bahkan untuk lampu penerangan jalan, warga harus iuran. Selama 28 tahun itu juga, warga juga tidak pernah merasakan sentuhan pembangunan fasilitas umum (fasum) dari developer.

Hal ini menjadi perhatian Ketua Komisi C DPRD Kota Malang bersama jajarannya. Ketika bertemu dengan warga perumahan untuk menyampaikan keluh kesah akan pembangunan fasum. Warga berkeinginan agar Prasarana, Sarana dan Fasilitas Umum (PSU) untuk diserahkan kepada Pemkot Malang. Bila terjadi kerusakan terhadap fasilitas umum, maka wewenang perbaikannya ada di pemerintah. Sehingga warga tidak perlu mengeluarkan anggaran yang didapatkan dari iuran lagi.

Menanggapi keinginan warga tersebtu, pihak DPRPD Kota Malang mengatakan bahwa pihak pengembang akan memberikan PSU kepada pemerintah. Menurutnya, fasilitas umum yang dibangun memang tidak sesuai dan beberapa fasilitas telah mengalami kerusakan. Oleh karena itu, pihak DPRD mengharapkan agar pengembang membangun dan memperbaiki fasilitas umum yang rusak terlebih dahulu sebelum diserahkan kepada Pemkot Malang.

Di sisi lain, Dirut PT Multi Graha Kencana, Tri Hajar Anantara sebagai pihak pengembang perum Puri Cempaka Putih menyampaikan akan melakukan koordinasi dahulu dengan komisarisnya dalam merespon desakan warga soal PSU itu.

Belajar dari kasus diatas, Kami sangat menyarankan agar Anda tidak terlalu tergiur dengan penawaran rumah yang ada di brosur atau di sosial media. Apalagi jika ditawarkan dengan harga yang murah namun memiliki fasilitas yang lengkap. Apalagi jika pihak developer atau pengembang juga bermasalah. Maka Anda harus hati-hati dalam memilih, sebelum menyesal setelah pembelian.

Alangkah Anda lebih baik konsultasi terlebih dahulu dengan cara datang langsung ke kantornya dan menanyakan legalitas perusahaan. Dan jangan lupa untuk survey lokasi perumahan.

Produk yang ada di Abris Group baik berupa tanah maupun rumah, selalu menyediakan layanan konsultasi GRATIS kepada seluruh konsumen. Tidak ada intervensi untuk membeli, Kami selalu memberikan informasi yang valid sesuai dengan pertanyaan yang disampaikan oleh konsumen.

BACA JUGA : Tarif Listrik Terbaru Tahun 2023 per kWh

error: Content is protected !!
Klik Disini
1
Assalamualaikum,

Ada yang bisa Kami bantu Pak/Bu ?